Kuliner Palembang – Kalau berbicara soal kota dengan rasa yang menempel di lidah, Palembang selalu berhasil mencuri perhatian. Kota yang dikenal dengan Jembatan Ampera yang gagah dan Sungai Musi yang memesona ini ternyata juga menyimpan harta karun kuliner yang tak kalah memesona. Dari pempek yang legendaris hingga kue khas yang manisnya bikin ketagihan, Palembang bukan sekadar kota, tapi juga panggung cita rasa yang memanjakan lidah siapa pun yang berkunjung.
Menyusuri jalan-jalan di Palembang ibarat melakukan safari rasa. Setiap sudutnya menawarkan aroma yang berbeda, dari gurihnya princes slot pempek hingga pedasnya mie celor. Jika Anda berpikir kuliner Palembang hanya soal pempek, bersiaplah untuk dibuat tercengang. Kota ini menyimpan sejuta rasa yang menunggu untuk dijelajahi.
Pempek: Raja Kuliner Palembang
Tidak ada cara memulai perjalanan kuliner di Palembang selain mencicipi pempek. Makanan berbahan dasar ikan dan sagu ini punya sejarah panjang, hampir sama panjangnya dengan Sungai Musi itu sendiri. Pempek hadir dalam berbagai bentuk: kapal selam dengan telur di dalamnya, lenjer yang panjang dan ramping, adaan yang bulat dan kenyal, hingga kulit ikan yang renyah di luar tapi lembut di dalam.
Rahasia kelezatan pempek terletak pada cuko—saus asam manis yang kental dengan sentuhan pedas. Satu tetes cuko bisa membuat rasa ikan yang sederhana berubah menjadi simfoni di lidah. Di Palembang, Anda bisa menemukan penjual pempek di hampir setiap sudut kota, dari warung sederhana di pinggir jalan hingga restoran modern yang Instagramable. Namun, bagi pecinta kuliner sejati, pempek legendaris seperti Pempek Candy, Pempek Pak Raden, atau Pempek Beringin tetap menjadi tujuan utama.
Mie Celor: Gurihnya yang Membuat Ketagihan
Setelah kenyang dengan pempek, perjalanan rasa bisa dilanjutkan dengan mie celor. Ini bukan sekadar mie biasa; kuahnya yang kental terbuat dari santan dan kaldu udang yang melimpah memberikan rasa gurih yang sulit dilupakan. Mie celor disajikan dengan taburan tauge, telur rebus, dan terkadang potongan daging atau udang. Sekali dicicip, sulit untuk berhenti.
Bagi warga lokal, mie celor bukan hanya makanan, tapi bagian dari identitas kota. Setiap gerai punya resep rahasia sendiri, sehingga rasa tiap tempat sedikit berbeda, memberikan pengalaman berbeda bagi setiap penikmatnya. Beberapa tempat legendaris yang wajib dicoba adalah Mie Celor 26 Ilir dan Mie Celor 10 Ulu, yang telah bertahan puluhan tahun memanjakan lidah pengunjung.
Kue Lapis dan Kue Maksuba: Manisnya Palembang
Jika Anda termasuk pencinta manis, Palembang tak pernah mengecewakan. Kue lapis, dengan lapisan warna-warni yang lembut, serta kue maksuba, kue khas yang terbuat dari telur, susu, dan gula yang dikukus berlapis-lapis hingga berkilau, menjadi bukti bahwa Palembang juga piawai dalam urusan pencuci mulut. Kue maksuba sering menjadi oleh-oleh wajib bagi wisatawan, karena selain rasanya yang manis legit, tampilannya yang cantik juga membuat siapa pun tergoda.
Pempek Jalanan vs Pempek Restoran
Menikmati pempek di Palembang bisa dilakukan dengan dua cara: merasakan kesederhanaan pempek pinggir jalan atau mencoba versi restoran yang lebih modern. Pempek pinggir jalan sering kali memiliki rasa autentik, sederhana, dan murah meriah, sambil ditemani semilir angin Sungai Musi. Sedangkan restoran modern biasanya menawarkan suasana nyaman, berbagai varian pempek, dan pelengkap lain seperti kerupuk ikan atau es tebu segar. Keduanya punya pesona sendiri, dan menjelajahi keduanya adalah pengalaman kuliner yang tak terlupakan.
Street Food Palembang: Surga Rasa di Setiap Sudut
Selain pempek dan mie celor, Palembang juga memiliki ragam street food yang menggoda. Martabak HAR, tekwan, model, dan burgo adalah beberapa contoh makanan ringan yang bisa ditemukan di pasar tradisional maupun jalanan ramai. Tekwan misalnya, berupa bola ikan kecil yang dimasak dalam kuah udang panas, selalu jadi favorit saat musim hujan. Sedangkan burgo, sejenis pancake yang digulung dan disiram kuah santan, menawarkan sensasi berbeda yang creamy dan gurih.
Pasar tradisional seperti Pasar 16 Ilir atau Pasar Cinde menjadi tempat terbaik untuk berburu street food. Aroma rempah, panggangan, dan kuah panas bercampur menjadi satu, menciptakan pengalaman kuliner yang tak terlupakan bagi siapa pun yang lewat.
Kuliner Malam: Ketika Palembang Hidup
Palembang punya kehidupan malam kuliner yang tak kalah semarak. Jika siang hari fokus pada pempek dan mie celor, malam hari menawarkan makanan berat seperti sop kambing, sate, dan nasi minyak. Kawasan seperti Jalan Radial atau kawasan sekitar Benteng Kuto Besak ramai dengan pedagang malam yang siap memanjakan pengunjung dengan berbagai hidangan hangat dan beraroma kuat.
Mencicipi kuliner malam di Palembang juga memberikan kesempatan untuk merasakan suasana kota dari sisi berbeda. Lampu-lampu kota yang memantul di permukaan Sungai Musi, ditambah aroma masakan yang menguar dari setiap sudut jalan, membuat pengalaman makan malam lebih hidup dan berkesan.
Palembang: Kota yang Menyimpan Rasa
Bagi banyak orang, kuliner Palembang bukan sekadar makanan. Ia adalah jendela budaya, sejarah, dan identitas lokal. Dari pempek yang legendaris hingga kue manis yang menawan, setiap gigitan mengajak pengunjung memahami lebih dalam tentang kota ini. Setiap rasa bercerita—tentang sungai yang menghidupi kota, tentang tangan-tangan yang meracik resep turun-temurun, tentang kegembiraan yang sederhana namun berkesan.
Menjelajahi kuliner Palembang berarti menyelami kehidupan kota ini dengan lidah dan hati. Setiap warung, setiap gerai, setiap sudut jalan menawarkan pengalaman yang berbeda—dan semuanya menggoda untuk dicicipi. Jadi, bagi pecinta kuliner sejati, Palembang bukan hanya tujuan wisata; ia adalah destinasi rasa yang patut dijelajahi, satu suapan demi satu suapan.